Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Alternatif Obat Stres Adalah Bau Kentang Panggang


Jakarta, Ketika pikiran sedang stres dan suasana hati sedang tidak enak, bau kentang panggang bisa menjadi obat paling mujarab. Menurut penelitian, bau kentang panggang bisa memicu reaksi di otak yang membuat seseorang merasa lebih bahagia.
Dr Avinash Kant, seorang pakar bebauan dari University of Nottingham mengatakan bahwa aroma tertentu bisa mengubah mood atau suasana hati seseorang. Baru-baru ini, ia membuktikan bahwa aroma kentang yang dipanggang dengan cara tertentu bisa membuat orang jadi lebih bahagia.
Untuk membuktikannya, Dr Kant membawa sekelompok relawan ke tempat pemanggangan kentang. Kentang-kentang dipanggang dalam microwave dengan suhu 140 derajat celcius selama 1 jam, lalu para partisipan ditanyai apa saja yang sedang dipikirkannya.
Dalam eksperimen tersebut, terungkap bahwa aroma kentang panggang bisa membangkitkan kenangan-kenangan positif di masa lalu. Kenangan yang paling sering muncul antara lain kakek atau nenek yang paling disayang serta kenangan makan bersama-sama keluarga.
Namun efek yang disebut Dr Kant dengan istilah Maliard Effect ini tidak muncul jika suhu pemanggangan kurang dari 130 derajat celcius. Demikian juga waktunya, aroma kebahagiaan tidak akan muncul jika hanya dipanggang selama 15 menit karena waktu yang dibutuhkan paling sedikit 1 jam.
"Aroma makanan dan pengenalannya merupakan sebuah fungsi otak yang kompleks yang baru-baru ini saja mulai kita pahami. Kenangan positif yang muncul ditentukan oleh peristiwa yang terjadi saat pertama kali mencium aroma tersebut," kata Dr Kant seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (4/4/2012).
Menurut Dr Kant, terbentuknya reaksi kimia di otak yang membuat seseorang merasa bahagia terjadi di luar kesadaran. Karenanya jika seseorang sengaja memanggang kentang dengan tujuan hanya untuk membahagiakan diri, belum tentu efek ini akan muncul.

Bola Kentang Jadi Obat dan Penawar Racun


YOGYAKARTA - Berbagai kasus keracunan makanan biasanya akibat kesalahan penyimpanan yang membuat makanan menjadi basi. Ada beberapa bahan tambahan makanan yang berbahaya apalagi kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak, lama bahkan kondisi basi seperti sakarin, natrium benzoat, dan monosodium glutamat.
Berdasar fakta tersebut, mahasiswa F MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masing-masing Laila Nurhayati, Maisel Priskila Sisilia dari Prodi Pendidikan IPA dan Dwi Putri Erlinda S dari  Prodi Matematika  membuat bola kentang (Solanum tuberosum L) camilan bergizi  yang bisa sebagai penawar racun. Makanan itu mereka namai ''Bokent''.
''Di Indonesia banyak bahan makanan yang berpotensi menjadi penawar racun dalam tubuh akibat bahan kimia salah satunya kentang. Kentang (Solanum tuberosum L) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Selain mudah diperoleh, kentang mengandung berbagai vitamin dan mineral serta Karotenoid dan Polifenol,'' papar Laila.
Ia menuturkan, kentang dengan kulit ukuran sedang 150 gram dengan kulit memberikan 27 mg vitamin C (45% dari nilai harian), 620 mg potasium (18% ), 0,2 mg vitamin B6 (10% ) dan melacak jumlah thiamin, riboflavin, folat, niacin, magnesium, fosfor, besi, dan seng. Isi serat kentang dengan kulit (2 g) adalah setara dengan banyak roti gandum, pasta dan sereal.
Sebelum membuat bola kentang, mereka melakukan percobaan menggunakan tiga sampel bahan kimia dengan tiga konsentrasi yang berbeda dan tiga keadaan kentang yang berbeda pula. Sampel Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam penelitian ini adalah siklamat, natrium benzoat dan monosodium glutamat. Pemilihan sampel BTP berdasarkan fakta bahwa banyak ditemukannya makanan yang menggunakan BTP tersebut.
Kentang mengandung mineral natrium dengan kadar alkalin yang cukup tinggi dan dapat berfungsi untuk meningkatkan pH yang terlalu asam di dalam tubuh. Hal ini akan membuat aktivitas hati menjadi lebih baik, jaringan menjadi elastis dan otot menjadi lentur. Juga menghasilkan keluwesan tubuh dan berguna untuk proses peremajaan.

Kulit Kentang Kleci Berpotensi Jadi Obat Kanker

Mahasiswi S3 UGM, Mutiara Nugraheni, berhasil menemukan khasiat kulit kentang kleci sebagai pencegah tumbuhnya sel kanker. Temuan baru ini membuktikkan bahwa secara ilmiah umbi khususnya kentang hitam memiliki komponen-komponen fungsional dalam penyembuhan penyakit.
Kentang kleci atau Coleus tuberosus adalah kentang berkulit hitam sebesar ibu jari yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Jenis umbi ini biasanya hanya dikukus untuk dikonsumsi atau campuran dalam sayuran. Namun ternyata,umbi kecil ini mengandung senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongantriterpenic acid.
Mutiara menjelaskan, dari hasil penelitiannya berhasil ditemukan senyawa triterpenic acid yang berupaursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Dari penelitiannya, Mutiara telah melakukan uji aktivitas antiproliferasi terhadap ekstrak umbi kentang hitam, khususnya bagian kulit dan daging dengan sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7).
Dengan menggunakan metode MTT Assay, sel kanker tersebut ditempatkan dalam sumuran plat kemudian diberi ekstrak umbi kentang hitam berbagai konsentrasi.
"Sel kanker tersebut diinkubasi selama 72 jam dengan diberi tambahan reagen MTT dengan pengukuran tingkat viabilitas sel dengan ELISA Reader," ungkap Umar Santoso yang menjadi promotor penelitian mahasiswi Prodi Studi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini.
Ternyata, dari hasil mikroskopik menunjukkan bahwa sel kanker mengalami kerusakan morfologi, fragmentasi DNA, dan kematian sel-sel kanker. Bahkan diketahui pula, bahwa kandungan ursolic acid dan oleanolic acid di kulit umbi ini lebih tinggi dibandingkan dengan dagingnya.
Hasil temuan baru dari pengobatan kanker ini telah dipublikasikan di tiga jurnal internasional yaitu International Food Research Journal, African Journal of Food Science, serta Jornal of Medicine Plants Research.  (Olivia Lewi Pramesti)

Copyright © ✖Kentang~Begadang✖Redesign by Djogzs